" Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata: ""Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan yang mati"". Allah berfirman: ""Belum yakinkah kamu?"". Ibrahim menjawab: ""Aku telah meyakininya, akan tetapi agar tenang hatiku"". Allah berfirman: ""(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bahagian dari bahagian-bahagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahawa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "

Al Baqarah ayat 260



Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memberikan kami nasihat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata : Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang hamba ('abd). Kerana diantara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaa Arrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah(genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan(bid'ah), kerana semua perkara bid’ah adalah sesat “

(Riwayat Abu Daud dan Tirmizi, dia berkata : hadith ini hasan shahih)







Tuesday, November 07, 2006

Bersangka baik terhadap Allah

Alhamdulillah, hari ni dapat lagi solat Isya' di Musolla. Suatu ibadah yang sangat besar ganjarannya, tetapi kebanyakan manusia tak mengetahui...

1068. Dari Usman r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya' dengan jamaah, maka seolah-olah ia mendirikan shalat separuh malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat Subuh dengan jamaah, maka seolah-olah ia mendirikan shalat semalam suntuk." (Riwayat Muslim)

1069. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Andaikata para manusia itu mengetahui betapa besar pahalanya mengerjakan shalat Isya' dan Subuh - dengan berjamaah, niscayalah mereka akan mendatangi kedua shalat itu, sekalipun dengan berjalan merangkak." (Muttafaq 'alaih)

MasyaAllah. Semoga Allah membuka hati pemuda² Muslimiin untuk mengimarahkan masjid²Nya sebelum datang kematian kepada mereka lalu mereka berkata

"Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?""" (Al Munafiquun:10)

Nauzibillahi minzaalik

Pada solat Isya' tadi, Imam (seorang Hafiz Al Quran) membacakan surah Al Waqiah sehingga selesai. Duh, enak sekali bacaannya. Selesai solat Isya' tadi, terasa satu ketenteraman dalam hati yg pernah aku rasai sebelum ni, tapi dah lama kehilangannya. Lalu aku berkata kepada seorang al akh(saudara):

"Akhi, saya akan benar² merindui solat² seperti ini apabila sudah pulang ke Malaysia nanti."

Kami saling berpandangan. Lalu lihatlah apa yg dikatakan saudaraku:

"Akhi, saya benar² percaya bahawa ada rahsia yg tersirat setiap kali Allah menghantar kita ke mana mana sahaja di dunia ini. Setiap yg Allah tetapkan pasti menjanjikan kebaikan untuk kita. Ada tugasan yg Allah mahu kita lakukan di sana"

Subhanallah, bukankah benar sekali apa yg dikatakannya itu. Sesungguhnya tiada suatu pun yg terjadi di dunia ini melainkan Allah telah menetapkannya. Dan sesungguhnya tiadalah Allah menetapkan sesuatu itu dengan sia².

Ya Allah, tetapkan lah hati ku ini di jalan Mu. Kurniakanlah kami kebaikan biar di bumi mana kami berpijak. Dan jadikanlah kami orang yang sentiasa beramal soleh. Jadikan kami daie² yang menyeru manusia kepada Mu serta ampunilah dosa dosa kami, hapuskanlah kesalahan² kami dan perbaikilah kehidupan kami. Sesungguhnya hanya kepada Allah, tempat kami berharap dan memohon pertolongan.

Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. (Muhammad:2)

Musim Exam

Setelah lama tak berblog, tiba² terasa macam nak mencoretkan something kat blog ni.

Orang kata musim² exam ni manusia berubah. Semua makin rapat kepada Allah. Makin jaga solat, jaga segala²Nya. Kalau manusia secara average terasa begitu, seorang mu'min patutnya rasa lebih lagi la kan. Sifat pengharapan musim exam ni memang sangat sinonim dengan similtitude yg Allah bagi dalam Al Quran. Firman Allah taala:

Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. (Luqman:32)

Iaitu, ketika manusia dalam bahaya, segala tempat berharap hilang dari diri mereka... kecuali Allah Taala !

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. (Al Isra':67)

Betul kan perkara ni? Rasanya each one of us dah banyak kali tgk kejadian ni. Tapi yg hampanya selepas habis exam, segalanya kembali seperti biasa. Semua kembali malas ke masjid, solat pun makin lambat, perkara2 yg ditinggal kembali dilakukan. Allah menyaksikan semua ini.

Tetapi, bagi hamba yg beriman, mereka tidak seperti itu. Sifat mereka dinyatakan oleh Allah swt :

"..maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus" (Luqman:32)

Subhanallah. Semoga kita mengikuti jalan tersebut, iaitu semakin banyak ujian yg kita tempuhi, selesainya ujian itu menjadikan kita lebih dekat kepada Allah SWT. Ameen

Wednesday, August 16, 2006

Sana'khoodu

Sana'khoodu Ma`arikana Ma`ahum
We'll take our fights with them
Wa sanam dhiJi moo`an Narda`uhum
We'll go as groups to stop them
Wa nu`eedul haqqal mug-tasaba
We'll return our slain rights (territories)
Wa bi kullil quwwati Nad-fa`uhum
With all force we'll push them out

Sana'khoodu Ma`arikana Ma`ahum
We'll take our fights with them
Wa sanam dhiJi moo`an Narda`uhum
We'll go as groups to stop them
Wa nu`eedul haqqal mug-tasaba
We'll return our slain rights (territories)
Wa bi kullil quwwati Nad-fa`uhum
With all force we'll push them out
Wa bi kullil quwwati Nad-fa`uhum
With all force we'll push them out

Bisilaahil haqqil battari
By the weapon of truth
Sanu harriru ardhal ahraari
We'll free the land of the free
Wanu`eedul tuhraa ilal qudsi
We'll return the pureness of Islam to Al-Quds
Min Ba`didh-dhuli wadhal `aree
After our weakness and our humiliation

Bisilaahil haqqil battari
By the weapon of truth
Sanu harriru ardhal ahraari
We'll free the land of the free
Wanu`eedul tuhraa ilal qudsi
We'll return the pureness of Islam to Al-Quds
Min Ba`didh-dhuli wadhal `aree
After our weakness our humiliation
Min Ba`didh-dhuli wadhal `aree
After our weakness our humiliation

Sana'khoodu Ma`arikana Ma`ahum
We'll take our fights with them
Wa sanam dhiJi moo`an Narda`uhum
We'll go as groups to stop them
Wa nu`eedul haqqal mug-tasaba
We'll return our slain rights (territories)
Wa bi kullil quwwati Nad-fa`uhum
With all force we'll push them out
Wa bi kullil quwwati Nad-fa`uhum
With all force we'll push them out

Wa sanamdhi Nadukkum-Ma'aqilahum
We'll carry on bring down their fortresses
Bi dawyyin Daamin Yuqliquhum
With strong sounds that will scare them
Wa sanam hul `ara' Bi`ayy-deena
We'll erase our humiliation by our own hands
Wa biqullil quwwati Narda'uhum
With all force we'll stop them

Wa sanamdhi Nadukkum-Ma'aqilahum
We'll carry on bring down their fortresses
Bi dawyyin Daamin Yuqliquhum
With strong sounds that will scare them
Wa sanam hul `ara' Bi`ayy-deena
We'll erase our humiliation by our own hands
Wa biqullil quwwati Narda'uhum
With all force we'll stop them
Wa biqullil quwwati Narda'uhum
With all force we'll stop them

Sana'khoodu Ma`arikana Ma`ahum
We'll take our fights with them
Wa sanam dhiJi moo`an Narda`uhum
We'll go as groups to stop them
Wa nu`eedul haqqal mug-tasaba
We'll return our slain rights (territories)
Wa bi kullil quwwati Nad-fa`uhum
With all force we'll push them out
Wa bi kullil quwwati Nad-fa`uhum
With all force we'll push them out

Lan Nardha Bijuz-in Muhtallin
We'll never accept a slain part of our lands
Lan Natruka Shibral-lildh-dhulli
We'll never leave out a bit of our land for them to humiliate us with.
Satamourul ardhu Wa tahriquhum
The Earth will burst in flames and burn them
Fil ardhi Baraakeenun Taghli
On Earth there are volcanoes that are boiling (he's pointing to how much Muslims have in their hearts from having their lands slain rights taken)

Lan Nardha Bijuz-in Muhtallin
We'll never accept a slain part of our lands
Lan Natruka Shibral-lildh-dhulli
We'll never leave out a bit of our land for them to humiliate us with.
Satamourul ardhu Wa tahriquhum
The Earth will burst in flames and burn them
Fil ardhi Baraakeenun Taghli
On Earth there are volcanoes that are boiling
Fil ardhi Baraakeenun Taghli
On Earth there are volcanoes that are boiling

Sunday, May 28, 2006

Surah At Taubah 112-129, Subhanallah

Saturday, April 08, 2006

Returning

'Aidun





Translation

Returning 3x

O ummah of Quran, its time to rise again
To bring back the good to Earth, giving generously

O slaves of Allah, come on spread this Dakwah in easy way
And spread the Deen beautifully
Indeed its shining when it contains us

And be serious with a heart that knows the truth with yaqin
Riding all the difficulties and going towards higher places

Stand up in the name of Allah and raise the pillars
Indeed with Allah's help a glorious era had been risen

Download the song from http://iamamuslim.multiply.com/music

I am walking

Saa ir




Translation

O my Lord, I'm walking towards the Deen, surely I'm walking
As Al Quds have shouted that "Backstabber" had caused my pure heart to bleed
And the calling of Al Aqsa made me cry, exploding my emotion
And the conscious of the nation, O my Lord had died without a criminal

"A criminal" they say I am because I refuse this great humiliation
I refuse to live in silence covered by great suppression
So let them say what they want, You are the one I'm seeking Redha of
You the one who knows that I made my life cheap for you

O you who had watered with your blood the trees of pride and victory
If they stole you from our history, they will not take you off our heart
O martyrs, O martyrs, O martyrs

Download the song from http://iamamuslim.multiply.com/music

Tuesday, April 04, 2006

Tiada Panggilan Sepenting seruan Ilahi - Versi UWA


Antum Ruuhun Jadiidah Tarsi Fi Jasadil Ummah



Kamu adalah ruh baru yang mengalir di dalam tubuh ummat..!

Hujan yang turun membasahi bumi

Memang benar seorang mu'min memerlukan peringatan. Kerana memang tabie manusia, akan sentiasa lupa apa yg pernah dipelajarinya. Kerana itulah Allah telah berfirman di dalam perkataan pertama yg diajarkannya kepada RasulNya

Iqra'


yg sesetengah ulama' mentafsirkan bukan sahaja sebagai bacalah, tetapi pelajarilah. Maka perintah itu menyuruh manusia sentiasa mempelajari apa2 yg dapat meningkatkan dirinya. Sempit jika dilihat dari segi ilmu universiti sahaja, tetapi yg sewajarnya adalah mempelajari kembali apa yg telah dilupainya akan tujuan kehidupannya di dunia ini.

Tika ini aku diingatkan bahawa setiap ummat muhammad membawa tugas Rasul, mereka menyampaikan apa yang disampaikan oleh Rasul, mereka mengikuti jalan yg dilalui oleh Rasul dan hidup di dalamnya. Hal ini tidak mungkin terjadi jika daie itu hanya mengikuti sunnah2 Rasul kecintaan mereka dgn kosong. Mereka perlu menjiwai apa yg dirasai oleh Rasulullah ketika membawa cahaya Allah utk disiram ke dalam hati2 manusia. Mereka perlu merasai suka dan duka Rasulnya di dalam jalan dakwah. Mereka perlu menjiwai prihatin Rasul mereka terhadap mad'u2 yg masih ditenggelami kegelapan kejahilan. Ini yg lebih penting utk diikuti oleh orang beriman daripada sekadar mengikuti cara pakai, dan perbuatan2 nya.

Jika kamu cinta kepada seseorang maka kamu akan cuba utk menyenangkan hatinya terhadapmu. Apakah yg lebih baik dapat kita buat utk membuktikan cinta kita kepada Allah dan RasulNya selain dari melaksanakan apa yg dicita2kan oleh Rasulullah yang masih belum tercapai, iaitu cahaya Allah memadamkan kejahilan manusia di seluruh alam. Inilah jalan mulia yg telah ditelusuri oleh para sahabat dengan iman yg membara. Saidina Muadh memahami tujuan ini apabila Rasulullah mengungkapkan cintanya kepada beliau lalu menyampaikan hasratnya utk menghantar Muadh ke Yaman untuk da'wah.

"Ya Muadh, sesungguhnya aku mencintaimu…"


Cinta ini tidak akan kita perolehi jika kita duduk diam di rumah, dan hanya memikirkan soal diri, dan diri, dan diri. Yang kita nampak hanya kejayaan sementara, bagaimana mengumpulkan wang yg banyak, bagaimana dilihat hebat dimata manusia, masa ini kepunyaan ku, maka biarlah bagaimana aku mahu habiskannya.

Kejayaan yg sebenar bukan dgn meletakkan diri kita di hadapan. Tetapi dengan meletakkan Allah sebagai matlamat, Rasul sebagai Qudwah, Al Quran sebagai perlembagaan, jihad sebagai jalan, dan menginginkan hidup kita diakhiri dengan husnul khatimah, syahid di jalan Allah. Dan bagaimanakah kita mengetahui bila jiwa kita akan di ambil oleh Allah. Maka setiap saat kita mesti bersedia utk menghadapi pengakhiran kita.

Syurga itu bukanlah sesuatu yg murah, syurga itu bukan utk orang yg hanya meletakkan dirinya di depan, sedang segala yg lain di belakang. Bukan utk org yg meletakkan kepentingan dirinya di hadapan ummat, meletakkan keinginan dirinya dihadapan seruan kepada Allah. Bagaimanakah dapat sampai ke fikiran kita bahawa mendapatkannya suatu yg mudah. Sirah tidak membuktikan sebegitu. Sirah Ar Rasul menunjukkan perjuangan demi perjuangan yang diharungi oleh para sahaabat utk mencapai kedudukan yg tinggi di sisi Allah, perjuangan menundukkan nafsu, perjuangan menguji keberanian diri, perjuangan mengorbankan diri dan harta, perjuangan mendahulukan tugas manusia sebagai 'abd kepada Allah ke atas selainnya.


Adalah amat penting utk sentiasa disematkan didalam hati setiap daie bahawa sesiapa yg membawa tugas Rasulullah akan sentiasa berada di dalam petunjuk dan lindungan Allah. Saidina Abu Bakar ketika berada bersama Rasulullah di dalam Gua Thur, merasai perasaan ini ketika keluar dari lidah Rasulullah,

"Janganlah berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita"


"Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: ""Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita."" Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." 9:40

Kerana Allah tidak mewahyukan kepada Rasulullah bahawa hanya baginda yg dilindungi, tetapi kedua2 mereka dilindungi. Kerana tiada yg dibawa oleh Abu Bakar itu melainkan petunjuk yg diamanahkan kepadanya oleh Rasulullah.

Setiap daie harus meyakini bahawa jika kita membawa amanah Allah dengan sebenar benarnya, sesungguhnya Allah sentiasa bersama kita, memberi petunjuk dan melindungi kita di sepanjang jalan ini.


Qul hazihi sabiili..


ad'uu ilallah ala basiiratin..

Ibn Kathir menafsirkan "basiiratin" sebagai "keyakinan". Di mana setiap daie harus menyeru manusia kepada Allah dengan keyakinan bahawa dia sedang membawa petunjuk dari Allah, dan Allah sentiasa bersamanya. Sepertimana Abu Bakar ketika menerima Islam, terus keluar menyeru sahabat2 nya kepada Islam sedang dia tidak mengetahui melainkan Tiada Ilah selain Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah.

Seorang ulama' pernah berkata, bukan logika penjelasan itu yg menentukan kejayaan sesuatu seruan tetapi ketaqwaan penyampainya.

Sunday, March 12, 2006

Man Ra'a Minkum Munkaaran

Qaala Rasulullah saw: Man Ra'a minkum munkaran falyughayyirhu biyadihi, faillam yastati' fabilisanih, faillam yastati' fabilqalbihi wazaalika ad'aful imaan

Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa dari kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dgn tangan, jika tidak mampu cegahlah dgn kata2, jika tidak mampu (juga) maka cegahlah dgn hati, dan itulah selemah lemah iman.


Seketika menghayati hadith di atas, terasa takut sgt. Sebab kita mungkin ingat arahan nabi itu mudah, tapi bila di letak dalam alam praktikal, barulah tahu realitinya..

Semalam aku diletakkan dalam praktikal hadith tersebut, dan sedih sekali apabila apabila aku tidak dapat berbuat apa2. banyak pengajaran yg dapat diambil..

"Dan janganlah kamu ikut langkah2 syaitan" Al Quran

Abbas As Siisi menimbulkan satu pertanyaan kepada para daie; jika syaitan melakukan sesuatu dgn terancang, dan bertahap2 seperti yg dinyatakan dlm ayat di atas, bagaimana para daie tidak juga merancang dgn teliti kerja mereka, sedangkan kita mengharapkan dari Allah apa yg tidak mereka(syaitan) harapkan..?

Monday, November 07, 2005

Wasiat Ustaz Hasan Al Hudhaibi

Wahai Ikhwan, sesungguhnya Allah telah menjadikan kamu tentera untuk menegakkan kebenaran, kemuliaan dan ketinggian di tanah air kamu dan di dunia Islam seluruhnya. kewajipan tentera yang ikhlas ialah sentiasa bersedia untuk melaksanakan tanggungjawab dalam mengharungi medan perjuangan. oleh itu menjadi kewajipan kamu, bersedia setiap masa untuk melakukan apa saja yang boleh membawa kepada kemenangan di medan pengislahan dan pembebasan ummah. maka sucikanlah jiwamu, bersihkan hatimu, perangi hawa nafsumu sebelum kamu memerangi musuhmu. sesungguhnya orang yang tidak mampu menewaskan nafsunya, lebih tidak mampu untuk mengalahkan musuhnya di medan perang bersenjata. jadilah kamu contoh bagi apa yang kamu cakapkan dengan mempamirkan akhlak al-Quran agar kamu dikenali manusia dengan akhlak kamu sebelum mereka mengenali kamu dengan kata-katamu.