6 Ramadhan 1426
Alaa Nabiyyu Lana Minna Fa yukhbirunaa
Tangan Abu Bakar melambai lambai ke udara seolah olah sebuah bendera dan ia bersuara keras dgn berkata:
"Siapakah di antara kalian yang dapat mendendangkan perkataan Umayyah ibn Abi Shalt?"
Datanglah suara dari hujung kafilah:
Perkataan yang mana hai saudara bangsa Arab, kerana Umayyah itu mempunyai perkataan yg banyak?"
Abu Bakar menjawab: " Alaa Nabiyyu Lana..."
Suara lelaki itu mendendangkan qasidah Umayyah dgn nyaring :

Ertinya:
"Tidakkah ada Nabi bagi kita, dari kalangan kita,
lalu beliau memberitakan kepada kita,
Akan pokok perjalanan kita setelah tujuan kita,
Sungguh telah kita ketahui bahawa ilmu itu berguna bagi kita,
Di mana ilmu itu akan mempertemukan akhirat kita dengan dunia kita,
Saya sungguh hairan,
semestinya maut itu bukanlah sesuatu yg menghairankan
Mengapakah orang yang hidup di kalangan kita,
menangisi orang orang yang mati dikalangan kita"
----------------------------------------------
Sayunya terdengar qasidah yang di bacakan oleh si Arab itu, "Tidakkah ada Nabi bagi kita..." Ketika itu Rasulullah belum diutuskan. Tetapi terdapat segolongan yang sangat kecil dari manusia yang memburu kebenaran, Abu Bakar salah seorang darinya. Mencari cari petunjuk Al Haq untuk di jadikan panduan hidup. Sedih sekali nada suara penyampai qasidah itu, sedih dan rindu akan petunjuk dari Allah. Tidak cukup dgn itu, luahan hati Zaid ibn Amr (ayah Said iaitu satu dari 10 yg dijanji syurga) benar2 membuatkan ana menitiskan air mata:
Ketika ia bermunajat di sekitar kaabah, di tgh lautan manusia yg mensyirikkan Allah lalu berkata:
"Wahai Allah, seandainya saya mengetahui segi segi manakah yang lebih Kau sukai nescaya saya menyembahMu dengannya, tetapi saya tidak mengetahui..."
Wahai akhi, betapa bersihnya hati itu. Mencari wahyu Ilahi dengan sepenuh hati...
Lalu setelah beberapa ketika, Allah telah menurunkan wahyu kepada Muhammad saw. Sememangnya mereka2 ini sangat layak untuk menerima wahyu itu. Sedangkan Muhammad sendiri menghabiskan masa bertahun tahun bertapa di Gua Hira', membuktikan kesungguhannya untuk mencari wahyu Ilahi. Usaha yang mereka taburkan, kesungguhan yang mereka tunjukkan, lalu ia akhirnya di hadiahkan oleh Allah petunjuk keimanan yang tidak ternilai..
29:69 "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
Yg meminta dan yang di beri tanpa meminta
Jadi wahai akhi, adakah kita mengharapkan keimanan seteguh Abu Bakar tanpa kita sendiri mengejar petunjuk itu dengan penuh kesungguhan.
Mereka mencari petunjuk itu, lalu ada yang berjaya sampai kepadanya dan ada yang tidak kesampaian...
Kita tidak pernah berhajat untuknya lalu diberi peluang menikmatinya...
Sedarlah, kita diberi petunjuk tanpa kita meminta. Ianya sekadar rahmat Allah yang kasihkan kita, lalu kita di jemputNya utk menyelamatkan diri dari api neraka. Adakah dengan jemputan Allah yang tidak kita pinta ini, ianya kita dibiarkan layu tanpa kesungguhan untuk menambah atau sekurang kurang mengekalkannya..?!!
"Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar."(35:32 )
Ya Allah, izin dan bantulah aku dalam mencapai kurniaMu itu.
Realiti Ummat
"Tidakkah ada Nabi bagi kita..."
Ucapan Umayyah mendambakan Nabi yang belum di utuskan,
ketika ia melihat adanya Nabi itu sebagai suatu keperluan,
Betapa jauhnya beza dgn kita,
Ummat manusia yang telah di utuskan seorang Rasul baginya,
Lalu dia menyampaikan Ad Deen yang sempurna,
Tetapi betapa ramainya manusia yang melupakan Nabinya,
Malah tidak mengambil tahu apa yg cuba disampaikannya,
Menjadikannya sesuatu yg tidak dipedulikan (23:30)
Hadiah diberi (5:3)
Berapa ramai yang menyambutnya ?
Ya Allah masukkanlah ke dalam hatiku kecintaan padaMu dan RasulMu melebihi yang selainnya. Dan teguhkanlah pendirianku dalam menyambung tugas RasulMu...
"Siapakah di antara kalian yang dapat mendendangkan perkataan Umayyah ibn Abi Shalt?"
Datanglah suara dari hujung kafilah:
Perkataan yang mana hai saudara bangsa Arab, kerana Umayyah itu mempunyai perkataan yg banyak?"
Abu Bakar menjawab: " Alaa Nabiyyu Lana..."
Suara lelaki itu mendendangkan qasidah Umayyah dgn nyaring :

Ertinya:
"Tidakkah ada Nabi bagi kita, dari kalangan kita,
lalu beliau memberitakan kepada kita,
Akan pokok perjalanan kita setelah tujuan kita,
Sungguh telah kita ketahui bahawa ilmu itu berguna bagi kita,
Di mana ilmu itu akan mempertemukan akhirat kita dengan dunia kita,
Saya sungguh hairan,
semestinya maut itu bukanlah sesuatu yg menghairankan
Mengapakah orang yang hidup di kalangan kita,
menangisi orang orang yang mati dikalangan kita"
----------------------------------------------
Sayunya terdengar qasidah yang di bacakan oleh si Arab itu, "Tidakkah ada Nabi bagi kita..." Ketika itu Rasulullah belum diutuskan. Tetapi terdapat segolongan yang sangat kecil dari manusia yang memburu kebenaran, Abu Bakar salah seorang darinya. Mencari cari petunjuk Al Haq untuk di jadikan panduan hidup. Sedih sekali nada suara penyampai qasidah itu, sedih dan rindu akan petunjuk dari Allah. Tidak cukup dgn itu, luahan hati Zaid ibn Amr (ayah Said iaitu satu dari 10 yg dijanji syurga) benar2 membuatkan ana menitiskan air mata:
Ketika ia bermunajat di sekitar kaabah, di tgh lautan manusia yg mensyirikkan Allah lalu berkata:
"Wahai Allah, seandainya saya mengetahui segi segi manakah yang lebih Kau sukai nescaya saya menyembahMu dengannya, tetapi saya tidak mengetahui..."
Wahai akhi, betapa bersihnya hati itu. Mencari wahyu Ilahi dengan sepenuh hati...
Lalu setelah beberapa ketika, Allah telah menurunkan wahyu kepada Muhammad saw. Sememangnya mereka2 ini sangat layak untuk menerima wahyu itu. Sedangkan Muhammad sendiri menghabiskan masa bertahun tahun bertapa di Gua Hira', membuktikan kesungguhannya untuk mencari wahyu Ilahi. Usaha yang mereka taburkan, kesungguhan yang mereka tunjukkan, lalu ia akhirnya di hadiahkan oleh Allah petunjuk keimanan yang tidak ternilai..
29:69 "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
Yg meminta dan yang di beri tanpa meminta
Jadi wahai akhi, adakah kita mengharapkan keimanan seteguh Abu Bakar tanpa kita sendiri mengejar petunjuk itu dengan penuh kesungguhan.
Mereka mencari petunjuk itu, lalu ada yang berjaya sampai kepadanya dan ada yang tidak kesampaian...
Kita tidak pernah berhajat untuknya lalu diberi peluang menikmatinya...
Sedarlah, kita diberi petunjuk tanpa kita meminta. Ianya sekadar rahmat Allah yang kasihkan kita, lalu kita di jemputNya utk menyelamatkan diri dari api neraka. Adakah dengan jemputan Allah yang tidak kita pinta ini, ianya kita dibiarkan layu tanpa kesungguhan untuk menambah atau sekurang kurang mengekalkannya..?!!
"Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar."(35:32 )
Ya Allah, izin dan bantulah aku dalam mencapai kurniaMu itu.
Realiti Ummat
"Tidakkah ada Nabi bagi kita..."
Ucapan Umayyah mendambakan Nabi yang belum di utuskan,
ketika ia melihat adanya Nabi itu sebagai suatu keperluan,
Betapa jauhnya beza dgn kita,
Ummat manusia yang telah di utuskan seorang Rasul baginya,
Lalu dia menyampaikan Ad Deen yang sempurna,
Tetapi betapa ramainya manusia yang melupakan Nabinya,
Malah tidak mengambil tahu apa yg cuba disampaikannya,
Menjadikannya sesuatu yg tidak dipedulikan (23:30)
Hadiah diberi (5:3)
Berapa ramai yang menyambutnya ?
Ya Allah masukkanlah ke dalam hatiku kecintaan padaMu dan RasulMu melebihi yang selainnya. Dan teguhkanlah pendirianku dalam menyambung tugas RasulMu...
:
1 Comments:
This Week's Blog: Stress, Anxiety, and Panic... Enough is Enough
In this blog, the author writes about anxiety, stress, and panic from her own point of view.
Find out how you can buy and sell anything, like things related to private road construction on interest free credit and pay back whenever you want! Exchange FREE ads on any topic, like private road construction!
Post a Comment
<< Home